Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Opini

Goal, Objective, Target & David Cook

‘Gila’ itu adalah dua hari berturut-turut tidak tidur tanpa melakukan apapun selain men-download video-video lama dan baru David Cook dari Youtube, searching apapun tentangnya dengan berbagai macam kata kunci di Google, mengunggah MP3 lagu-lagunya mulai dari yang gratis maupun yang berbayar, dari ringtone sampai versi utuh, dari versi studio sampai live record. Ditambah menyimpan sejumlah interview TV-nya dengan terlebih dulu menginstall software downloader dan memeriksa timeline twitternya. Masih kurang? Gila itu adalah mengisi kolom-kolom subscribe for DC e-Newsletter di situs resminya dan termellow-mellow sendirian mendengarkan Permanent dari winamp dengan ‘repeating song mode’: ON. Baik. Saya mengakui dengan lapang dada, saya penggemar berat David Cook yang pemenang American Idol Season 7 itu –jika kriteria ‘huge fan’ adalah menghafal sebagian besar lagunya dan ‘every single costume’ yang dikenakannya, mengingat komentar-komentar para juri saat dia melakukan audisi sampai jadi fi...

Mario Wuysang

Bagaimana kamu bisa selalu tampil cemerlang di setiap pertandingan? Itu pertanyaan seorang reporter TV kepada Mario Wuysang – top scorer HP Aspac, usai pertandingan melawan CLS Good Day di final four IBL semalam di Malang. Wuysang point guard nomor punggung 10, menjawab dalam bahasa Inggris,”You have to play with your heart.” (Wuysang orang Indonesia, bapak-ibunya ber KTP Jakarta, tapi dia lahir-besar di Amerika, lulusan Northland Pioneer College Arizona, Indiana. Jadi dia lebih fasih American English). Wuysang yang plontos itu lalu melanjutkan,”Sebagus apapun teknik permainan yang kamu kuasai, kalau kamu main nggak pake hati, percuma. You’ll get nothing.” Tadi malam, Wuysang menyumbang 12 dari 56 poin Aspac. Wuysang memang hebat. Kata pelatihnya Koh Kim Hong, Mario is an intelligent "Court General" equiped with crafty ball handling, excellent court vision, clutch shooting and a cat quick first step. Ini beberapa pencapaiannya, tahun 99 ranking 5 versi NJCAA, tahun 2000-...

GM, menerima Achmad Bakrie Award dari Freedom Institute

Goenawan Mohammad, ia telah membuat bahasa Indonesia mampu mencapai kemungkinan terjauhnya dalam mengucapkan pikiran dan kepekaan modern. Dengan puisi dan esainya, ia membuktikan bahwa bahasa bukanlah sekedar sarana untuk menyatakan kebebasan, melainkan sumber dari kebebasan itu sendiri. Ketika kaum intelektual di tanah air ini berbahasa tak lebih dari kaum birokrat, Goenawan mengamalkan keintelektualan dalam sastra. Ia menjadikan bahasa bangsa yang muda ini layak setara dengan bahasa-bahasa yang telah tua dan mapan di dunia. (www.freedom-institute.org) :: (kupenjarakan bahasaku dalam prasangka, begitu lama)