Skip to main content

Cruise by Strauss

Rolling Stone edisi Agustus, cover-nya Tom Cruise dengan rambut sudah di crew-cut. Sepertinya akan laris (belum ada laporan terjual berapa eksemplar, sih), tapi dengan pose dan ekspresi yang ‘lelaki sekali’ itu, gadis-gadis tidak akan terlalu peduli apa isi RS edisi ini. Memandangi covernya saja sudah ‘worth it’.

Saya membaca cover story-nya. Neil Strauss yang menulis, berdasarkan interview yang dilakukan saat Cruise sedang latihan untuk persiapan perannya di Mission Impossible:3. Di situ bisa dibaca soal kegiatan Cruise sebagai penganut Scientology, bagaimana dekatnya si Jerry McGuire ini dengan saudara-saudaranya, dan betapa dia berusaha total untuk setiap film yang akan dibintanginya. Yang mungkin agak spesial, Tom Cruise –yang tampaknya sangat tertutup itu, curhat. Jadi, setelah cerita-cerita dan memperlihatkan foto-foto anak-anak (yang diadopsi Cruise saat masih bersama Nicole Kidman), Cruise ditanya begini oleh Neil Strauss:
"Since your parents' divorce affected you to some degree, were you worried that your breakup would affect your kids?"
Tom Cruise tidak segera menjawab, tapi diam untuk beberapa saat.
One second, two seconds, three seconds. "When it comes to divorce, it's . . ." Four seconds, five seconds, six seconds, seven seconds, eight seconds, nine seconds. "The important thing with a child is that you love them, you protect them and you help them to grow and find out who they are. And as a parent, it's my responsibility to help them to become independent and get all the knowledge and a broad view of the world and life. I know that Nic absolutely agrees with that. And that's what's important: being there."

Bukan direct answer ya? Lebih seperti pernyataan yang minta perenungan. Yang hanya akan keluar dari mulut seseorang yang mempercayai lawan bicaranya. Cuma jurnalis dengan kualitas tertentu yang bisa sejauh itu dengan tokoh yang diwawancarainya. Kabarnya, sebelum berangkat nemuin Tom Cruise, Neil Strauss sempat diingatkan koleganya, “Siap-siap aja. Tom Cruise 'tu suka banyak kasih larangan pertanyaan. Keliatannya aja dia senyum, menatap matamu saat kalian ngobrol, padahal sebenernya jawaban yang dia berikan nanti nggak lebih dari basa basi.”

Mengapa Neil Strauss ‘dicurhatin’ sedangkan koleganya cuma ‘dibasa-basiin’. Saya sih mengira, barangkali Neil Strauss lebih menawarkan sebuah relasi interpersonal yang tulus kepada Cruise ketimbang sesi wawancara yang sophisticated. Walhasil, tidak ada prasangka di sana, tidak ada ‘over expectation’, tidak juga pemujaan yang terlalu tinggi, sungguhpun Cruise memiliki beberapa sisi yang layak dipuji. Obrolan jadi lebih 'dalam' dan bukan basa basi. Tom Cruise leluasa cerita soal 'rahasia'nya, bahkan ngomong 'f*** you' sebagai ekspresi kekesalannya. Dan Neil Strauss hanya menulis apa yang dia lihat dan rasakan selama proses interview. Apa kira-kira persepsi pembaca saat menikmati kalimat-kalimat ini:

If a line could be drawn between comfortable personal space and invasive personal space, Cruise would always be just a centimeter over the line. His behavior is not meant to be rude, only sincere and attentive.

(saya kok tiba-tiba merasa pernah ketemu Tom Cruise, ya? di mana, gitu...)

Comments

nma said…
eh..yang pertama komen . asikkkk
ketemu tom cruise..? halusinasi kali huhuhu

Popular posts from this blog

Goal, Objective, Target & David Cook

‘Gila’ itu adalah dua hari berturut-turut tidak tidur tanpa melakukan apapun selain men-download video-video lama dan baru David Cook dari Youtube, searching apapun tentangnya dengan berbagai macam kata kunci di Google, mengunggah MP3 lagu-lagunya mulai dari yang gratis maupun yang berbayar, dari ringtone sampai versi utuh, dari versi studio sampai live record. Ditambah menyimpan sejumlah interview TV-nya dengan terlebih dulu menginstall software downloader dan memeriksa timeline twitternya. Masih kurang? Gila itu adalah mengisi kolom-kolom subscribe for DC e-Newsletter di situs resminya dan termellow-mellow sendirian mendengarkan Permanent dari winamp dengan ‘repeating song mode’: ON. Baik. Saya mengakui dengan lapang dada, saya penggemar berat David Cook yang pemenang American Idol Season 7 itu –jika kriteria ‘huge fan’ adalah menghafal sebagian besar lagunya dan ‘every single costume’ yang dikenakannya, mengingat komentar-komentar para juri saat dia melakukan audisi sampai jadi fi...

Pada Mulanya adalah Kata*

Minggu, 11 Desember 2005, 09.11, Aska, anak laki-lakiku ke-dua mengeluarkan kata pertamanya! Ibruuwwww! Whattt?!! Ibu? Coba ulangi, pintaku. Dia memandangku sekilas, lalu membenamkan kepalanya ke pelukanku, lamaaa sekali, seperti ingin bilang: aku malu, ibu. Aska, my sunshine, it's okay dear... Ibu tidak memaksamu. Ibu cuma takjub mendengar kata itu terlompat dari mulut mungilmu. Thank you for making my day full coloured with rainbow of hopes. Karena sehari sebelumnya, aku sempat kecil hati karena ibu mertuaku menatap Aska dengan pandangan kasihan, as if my little cute offspring completely abnormal. Sampai hari ini kata-kata yang dikuasainya memang nyaris belum ada yang konsisten. Setidaknya Aska bisa melafalkan beberapa konsonan dan vokal. a,i,u,e,o,p,b,m,r,s,g,t,l,n,z,c,d,q, walaupun masih meracau. Aska sayang, tahukah kau, alam raya ini terjadi ketika Dia berkata. Manusia ada ketika Dia berkata. Maka ibu percaya, jika ibu banyak-banyak berkata-kata kepadamu, kepada mereka dan te...